Artikel: Kemiskinan Perlu Dipahami Secara Multidimensi untuk Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif (Gunawan, 2026) - Berita dan Siaran Pers - Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesisir Barat

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

Artikel: Kemiskinan Perlu Dipahami Secara Multidimensi untuk Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif (Gunawan, 2026)

Artikel: Kemiskinan Perlu Dipahami Secara Multidimensi untuk Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif (Gunawan, 2026)

Artikel: Kemiskinan Perlu Dipahami Secara Multidimensi untuk Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif (Gunawan, 2026)

6 Juli 2026 | Kegiatan Statistik Lainnya


Pesisir Barat – Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga mencakup keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan yang layak, perumahan, sanitasi, dan berbagai layanan dasar lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pesisir Barat, Dr. Drs. Gunawan, M.Si., dalam artikel berjudul "Kemiskinan, Garis Kemiskinan, dan Martabat Hidup Rakyat: Analisis Multiperspektif terhadap Pengukuran Kesejahteraan di Indonesia."


Dalam artikelnya, Gunawan menjelaskan bahwa penurunan angka kemiskinan berdasarkan data resmi BPS merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun, indikator tersebut perlu dipahami secara komprehensif karena masih terdapat kelompok masyarakat yang meskipun tidak lagi tergolong miskin secara statistik, tetap rentan kembali jatuh ke dalam kemiskinan akibat guncangan ekonomi, kenaikan harga pangan, maupun kehilangan mata pencaharian.


Ia juga mengulas bahwa perdebatan mengenai garis kemiskinan nasional merupakan hal yang wajar. Menurutnya, perbedaan hasil pengukuran kemiskinan tidak terlepas dari tujuan dan metodologi yang digunakan. Garis kemiskinan yang dihitung BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (cost of basic needs) sebagai acuan utama dalam penyusunan kebijakan nasional, sedangkan lembaga internasional menggunakan standar yang berbeda untuk kepentingan perbandingan antarnegara.


Lebih lanjut, Gunawan menekankan pentingnya pendekatan kemiskinan multidimensi yang tidak hanya mengukur pendapatan, tetapi juga memperhatikan aspek pendidikan, kesehatan, kualitas hunian, sanitasi, akses air bersih, kesempatan kerja, hingga perlindungan sosial. Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat.


Bagi daerah, termasuk Kabupaten Pesisir Barat, data sosial ekonomi yang akurat menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penguatan program pemberdayaan masyarakat, pengendalian inflasi pangan, serta peningkatan akses terhadap layanan dasar menjadi beberapa strategi yang dinilai dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan.


"Keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari menurunnya angka kemiskinan, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat secara nyata," ungkap Gunawan.


Melalui kebijakan yang berbasis data serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, upaya penanggulangan kemiskinan diharapkan tidak hanya mampu menurunkan angka statistik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan martabat hidup masyarakat secara berkelanjutan.


Artikel lengkap dapat diakses melalui: https://s.bps.go.id/1813-artikel

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesisir Barat (BPS-Statistics Pesisir Barat Regency)

Jl. Intan No.68 Kampung Jawa

Kec. Pesisir Tengah

Kab. Pesisir BaratTelp. +62 851 1777 1813

Mailbox. [email protected]

logo_footer

Government Public Relation

Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik